1. Pengenalan Cisco CLI
Cisco Command Line Interface (CLI) adalah antarmuka berbasis teks yang digunakan untuk mengonfigurasi, mengelola, dan memantau perangkat jaringan seperti router dan switch Cisco. Untuk mengakses CLI, kita bisa menggunakan:
- Console: Melalui kabel console dan terminal emulator (misalnya, PuTTY atau Tera Term).
- Telnet/SSH: Remote akses ke perangkat jaringan.
2. Mode dalam Cisco CLI
Cisco CLI memiliki beberapa mode utama:
User EXEC Mode (>
): Mode awal setelah login, akses terbatas.
Router>
Privileged EXEC Mode (#
): Untuk menjalankan perintah administrasi.
Router> enable
Router#
Global Configuration Mode ((config)#
): Untuk mengonfigurasi perangkat.
Router# configure terminal
Router(config)#
Interface Configuration Mode: Untuk mengonfigurasi interface jaringan.
Router(config)# interface GigabitEthernet0/0
Router(config-if)#
Line Configuration Mode: Untuk mengonfigurasi akses console, Telnet, atau SSH.
Router(config)# line console 0
Router(config-line)#
Router Configuration Mode: Untuk mengonfigurasi routing pada perangkat.
Router(config)# router ospf 1
Router(config-router)#
3. Perintah Dasar Cisco CLI
Berikut adalah daftar lengkap perintah yang digunakan pada CLI Cisco:
a. Perintah Navigasi CLI
enable
→ Masuk ke mode Privileged EXEC.disable
→ Kembali ke mode User EXEC.exit
→ Keluar dari mode konfigurasi atau sesi.end
→ Kembali ke mode Privileged EXEC dari mode konfigurasi.logout
→ Keluar dari CLI.
b. Perintah Manajemen File & Konfigurasi
show running-config
→ Menampilkan konfigurasi saat ini.show startup-config
→ Menampilkan konfigurasi yang disimpan di NVRAM.copy running-config startup-config
→ Menyimpan konfigurasi aktif ke NVRAM.erase startup-config
→ Menghapus konfigurasi startup.reload
→ Merestart perangkat.
c. Perintah Konfigurasi Interface
interface <interface-name>
→ Masuk ke mode konfigurasi interface.ip address <ip> <subnet>
→ Mengatur IP address pada interface.no shutdown
→ Mengaktifkan interface.shutdown
→ Menonaktifkan interface.description <text>
→ Menambahkan deskripsi pada interface.speed <10|100|1000|auto>
→ Mengatur kecepatan interface.duplex <full|half|auto>
→ Mengatur mode duplex interface.
d. Perintah VLAN & Switching
vlan <id>
→ Membuat VLAN.name <vlan-name>
→ Memberikan nama VLAN.interface vlan <id>
→ Masuk ke mode VLAN interface.switchport mode access
→ Mengatur port sebagai access mode.switchport access vlan <id>
→ Menghubungkan port ke VLAN.switchport mode trunk
→ Mengatur port sebagai trunk.switchport trunk allowed vlan <id>
→ Mengizinkan VLAN di trunk.
e. Perintah Routing
ip route <network> <mask> <next-hop>
→ Menambahkan route statis.router ospf <process-id>
→ Mengaktifkan OSPF.network <ip> <wildcard-mask> area <area-id>
→ Menambahkan jaringan ke OSPF.router rip
→ Mengaktifkan RIP.version 2
→ Mengaktifkan RIP v2.network <ip>
→ Menambahkan jaringan ke RIP.router eigrp <asn>
→ Mengaktifkan EIGRP.network <ip>
→ Menambahkan jaringan ke EIGRP.
f. Perintah Keamanan
enable secret <password>
→ Mengatur password untuk mode privileged EXEC.line vty 0 4
→ Mengatur sesi remote login (Telnet/SSH).password <password>
→ Mengatur password login.login
→ Mengaktifkan autentikasi login.service password-encryption
→ Mengenkripsi password di running-config.
g. Perintah Troubleshooting & Monitoring
show ip interface brief
→ Menampilkan status semua interface.show interfaces
→ Menampilkan informasi detail interface.show vlan brief
→ Menampilkan VLAN yang dikonfigurasi.show mac address-table
→ Menampilkan tabel MAC address.show ip route
→ Menampilkan tabel routing.show arp
→ Menampilkan tabel ARP.ping <ip>
→ Menguji konektivitas ke IP tertentu.traceroute <ip>
→ Melacak jalur menuju IP tertentu.debug ip routing
→ Mengaktifkan debug routing.undebug all
→ Mematikan semua debug.